Pages

Beli Pengunjung Website Anda
Tampilkan postingan dengan label global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label global. Tampilkan semua postingan

12 Januari 2012

Outlook Eropa

• Lembaga pemeringkat Fitch mengingatkan bahwa ECB harus meningkatkan pembelian obligasi negara‐negara Uni‐Eropa yang bermasalah untuk memberikan dukungan bagi Italia dan selanjutnya menghindari kejatuhan euro. Lebih lanjut, juru bicara Fitch mengatakan bahwa kejatuhan euro akan berdampak luas pada perlambatan ekonomi global, dan kondisi ini dimungkinkan terjadi jika Italia tidak berhasil menangani masalah hutangnya.



<a href="http://instaforex.com/id/forex_bonus.php?x=CMTI">InstaForex</a>


• Euro kembali melemah, mencapai level terendah sejak 16‐bulan terakhir pasca adanya peringatan dari lembaga pemeringkat Fitch agar ECB meningkatkan upaya tambahan guna menghindarkan krisis ekonomi kawasan.


• Kanselir Angela Merkel menyatakan bahwa Jerman akan siap untuk menambah cakupan dana dalam ESM (European Stability Mechanism), sebagai pesan kepada pelaku pasar bahwa masih ada kesungguhan dari petinggi Uni‐Eropa untuk menghindari perpecahan euro. Euro sempat terangkat pasca pernyataan Merkel tersebut.
• Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada sidang ECB yag diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di levelnya saat ini. ECB diprediksi belum akan mengumumkan langkah pelonggaran moneter tambahan. Pada sesi ini pelaku pasar juga akan berfokus pada lelang obligasi Spanyol senilai 5 miliar euro, dimana akan menjadi salah satu indikator kemampuan pendanaan negara Uni‐Eropa di tengah krisis keuangan.



• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,5% terhadap dolar AS ke 1.2705, sementara itu euro juga melemah 0,5% terhadap yen ke 97.64, namun euro menguat 0,5% terhadap sterling ke 0.8289 dan stagnan terhadap Swiss franc di 1.2122.


Ebook Cash Online

15 Maret 2011

Target ASII Rp100 Ribu, Dampak Jepang Minim


Jakarta - Gempa 8,9 skala richter yang disusul tsunami Jepang, dinilai tak berpengaruh pada kinerja produksi PT Astra Internasional. Saham ASII ini, justru ditargetkan mencapai Rp100 ribu akhir 2011.
Pada perdagangan Selasa (15/3) pukul 13.05 saham ASII ditransaksikan melemah Rp1.300 (2,34%) ke level Rp54.050. Saham ini tak luput dari aksi panic selling investor akibat ledakan reaktor nuklir Jepang untuk ketiga kalinya.
Senior researcher HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, gempa 9 skala richter Jepang yang disusul tsunami tidak berpengaruh negatif pada kinerja emiten PT Astra Internasional (ASII). Meskipun, bencana terbesar sejak perang dunia II itu juga menimbulkan kebocoran reaktor nuklir Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Jepang.
Pasalnya, menurut Yuganur, produksi mobil Astra tidak di Jepang melainkan di Thailand dan Indonesia. Apalagi komponen mobil yang diproduksi Astra, lebih banyak dibuat di dalam negeri. “Konsumen kendaraan buatan Astra, juga berasal dari dalam negeri (Indonesia),” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (15/3).
Dia menegaskan, komponen yang dibuat di Jepang hanya untuk jenis mobil mahal seperti Toyota Crown yang harganya di atas Rp1 miliar. Sementara untuk Avanza dan Innova, diproduksi di Indonesia dan Thailand. Artinya, kalaupun Astra mengimpor bahan baku, pasti berasal dari Thailand dan bukan Jepang. “Jepang, hanya sebagai pemilik merek saja,” tandas Yuga.
Yuganur yakin, saham ASII akan terus menguat ke depannya. Untuk jangka pendek, saham ini bertenaga naik ke atas level Rp56.000. “Hingga akhir tahun, saham ASII bisa menguat ke level Rp80.000-100.000,” imbuh Yuga.
Sebelumnya, Chief of Corporate Commnuication PT Astra International (ASII) Arief Istanto mengatakan, dampak gempa bumi 9 skala richter yang terjadi di Jepang pada Jumat (11/3) lalu terhadap produksi kendaraan roda empat dan roda dua Astra masih kecil. "Basis produksi kendaraan roda empat dan roda dua berada di Thailand dan Jakarta," kata Arief dalam pesan singkatnya.

04 November 2010

IHSG Menguat Bersama Bursa Regional

Bursa Efek Indonesia hari ini menguat lagi, setelah sempat turun kemarin. Penguatan ini merupakan efek penguatan global setelah The FED menyatakan akan meningkatkan stimulus ekonomi sebesar $ 600 Miliar. Bursa regional Asia pun menguat dan kembali bergairah.

Bursa-bursa saham Asia naik cukup tinggi pada perdagangan hari ini. Bursa-bursa Eropa pun dibuka menguat dengan rata-rata di atas 1%. Keputusan The Fed untuk kembali menggelontorkan paket stimulus pembelian surat utang pemerintah AS membuat pasar saham global bereaksi positif.

Sayangnya, tekanan jual asing di saham Telkom (TLKM) masih membayangi gerak IHSG. Untungnya, sentimen positif bursa-bursa global berhasil membuat saham-saham komoditas perkebunan dan pertambangan melesat cukup tinggi, sehingga dapat mengimbangi pergerakan saham TLKM yang cenderung stagnan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (4/11/2010), IHSG naik 23,373 poin (0,64%) ke level 3.629,046. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 5,214 poin (0,78%) ke level 669,786.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 108.311 kali pada volume 4,584 miliar lembar saham senilai Rp 5,405 triliun. Sebanyak 140 saham naik, 81 saham turun dan 79 saham stagnan.