Pages

Beli Pengunjung Website Anda
Tampilkan postingan dengan label berau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berau. Tampilkan semua postingan

06 Januari 2011

Rekomendasi Teknikal Harian Phillip Securities

BUY 

AKRA, ANTM, BDMN DAN BRAU

SELL

ADRO, BBCA, BBNI DAN BBRI

Berikut rekomendasi dari tiga sekuritas ternama untuk hari ini.
1. E-Trading Securities



Pada Rabu (5/1), IHSG ditutup naik 23 poin (0,63%) ke level 3.783.71, mendekati level resistance 3.802. Asing tercatat melakukan net buying Rp 280 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki tambang batubara. Namun, volume volume transaksi menurun dibanding hari sebelumnya, karena investor menunggu keputusan BI rate. Hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3.730- 3.802 dengan saham-saham pilihan BJBR, BBRI, BDMN, SMCC, dan MPPA.

2. Reliance Securities
Indeks LQ-45 naik 0,69% ke level 677,7 kemarin. Hari ini IHSG rawan profit taking, seiring melemahnya harga sejumlah komoditas. Indeks akan bergerak di kisaran 3.767-3.790 dengan saham pilihan ANTM, ASII, ADRO, PTBA, BDMN, dan BUMI.

3. Kresna Securities
IHSG kembali menguji level tertingginya diikuti oleh peningkatan volume dandiperkirakan akan mencoba menguji resisten FR 261,8% di 3.800. Hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3.750-3.810 dengan CTRA dan BBRI sebagai saham pilihan.



17 November 2010

Saham Berau Energy Dibeli Vallar PLC


Vallar PLC, perusahaan yang dipimpin Nathaniel Rothcshild membeli saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang dimiliki PT Bukit Mutiara  sebesar 75 persen. Pembelian dilakukan dengan kombinasi pembayaran tunai dan penerbitan saham baru Vallar.

Vallar PLC adalah perusahaan yang terdaftar pada Bursa Saham London. Vallar PLC dibentuk bersama oleh Nathaniel Rothschild dan James Campbell yang memiliki pengalaman ekstensif berinvestasi dan mengelola perusahaan-perusahaan tambang di seluruh dunia. Pada 12 November 2010, Vallar PLC memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$1,044 miliar dengan lebih dari US$1 miliar dalam bentuk tunai.


Melalui transaksi tersebut, Bukit Mutiara akan melepas 12,21 miliar saham pada harga Rp540 per unit. Penjualan saham itu merepresentasikan 35 persen saham di Berau Energy. Sementara itu, sisanya sebesar 40 persen atau 13,96 miliar saham Berau Energy akan ditukar dengan 52,3 juta saham di Vallar. "Bukit Mutiara sekarang mempunyai saham langsung sebesar 15,3 persen di Berau dan 24 persen saham di Vallar," kata Chief Executive Officer (CEO) Recapital, Thomas W Shreve di Jakarta, Senin 16 November 2010.

Menurut Direktur Utama PT Recapital Advisors, Rosan Perkasa Roeslani, dana segar penjualan saham Berau akan digunakan sebagian untuk membayar utang Bukit Mutiara sebesar US$550 juta. Sedangkan sisanya akan dilakukan untuk investasi pada tahun mendatang.

"Bukit Mutiara mempunyai utang ke beberapa vendor financing. Kami berniat untuk melunasi itu, sedangkan sisanya guna investasi," katanya. Rosan menjelaskan transaksi ini dijaga agar tidak bocor karena berkaitan dengan Vallar yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek London. Keuntungan bagi Berau melalui transaksi itu adalah dapat membuka akses untuk pendanaan asing melalui Bursa Efek London.

readbud - Dapatkan Uang dengan Membaca dan Menilai Artikel